Slam - Nur Kasih
Bukan aku tak cinta
Kepada mu semakin kurela
Kau lah satu di dunia
Tapi kau tak mengerti
Getaran rasa hati ini
Masih ada kucari
Kau anggap aku berseloka
Dan asyik dalam misteri
Mencari Nur dan kasih Nya pasti
Akhirnya engkau curiga
Katamu aku berdusta
Memperduakan cinta
Mentari di tangan bulan
Kau serah di genggaman
Tak kuhirau karna Dia
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diriku
Tanpa satu pengertian
Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa arus pawarna
Cinta pada kuterpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menanti ku di Azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kau harus rasakan ke alam tanpa mati
Dan kita seabadi
Dan akhirnya engkau kucup oh tangan ku
Mentari di tangan bulan
Kau serah di genggaman
Tak kuhirau karna Dia
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diriku
Tanpa satu pengertian
Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa arus pawarna
Cinta pada kuterpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menanti ku di Azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kau harus rasakan ke alam tanpa mati
Dan kita seabadi
Dan akhirnya engkau kucup oh tangan ku
Marilah ku bisikkan keramat kasih ini
Biar menjadi nadi
Rahsiakan kalimah ku
Hingga ia menjadi tanda
Hidup mati bersama
Hidup mati bersama
Kepada mu semakin kurela
Kau lah satu di dunia
Tapi kau tak mengerti
Getaran rasa hati ini
Masih ada kucari
Kau anggap aku berseloka
Dan asyik dalam misteri
Mencari Nur dan kasih Nya pasti
Akhirnya engkau curiga
Katamu aku berdusta
Memperduakan cinta
Mentari di tangan bulan
Kau serah di genggaman
Tak kuhirau karna Dia
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diriku
Tanpa satu pengertian
Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa arus pawarna
Cinta pada kuterpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menanti ku di Azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kau harus rasakan ke alam tanpa mati
Dan kita seabadi
Dan akhirnya engkau kucup oh tangan ku
Mentari di tangan bulan
Kau serah di genggaman
Tak kuhirau karna Dia
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diriku
Tanpa satu pengertian
Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa arus pawarna
Cinta pada kuterpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menanti ku di Azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kau harus rasakan ke alam tanpa mati
Dan kita seabadi
Dan akhirnya engkau kucup oh tangan ku
Marilah ku bisikkan keramat kasih ini
Biar menjadi nadi
Rahsiakan kalimah ku
Hingga ia menjadi tanda
Hidup mati bersama
Hidup mati bersama
Bukan aku tak cinta
Kepada mu semakin kurela
Kau lah satu di dunia
Tapi kau tak mengerti
Getaran rasa hati ini
Masih ada kucari
Kau anggap aku berseloka
Dan asyik dalam misteri
Mencari Nur dan kasih Nya pasti
Akhirnya engkau curiga
Katamu aku berdusta
Memperduakan cinta
Mentari di tangan bulan
Kau serah di genggaman
Tak kuhirau karna Dia
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diriku
Tanpa satu pengertian
Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa arus pawarna
Cinta pada kuterpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menanti ku di Azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kau harus rasakan ke alam tanpa mati
Dan kita seabadi
Dan akhirnya engkau kucup oh tangan ku
Mentari di tangan bulan
Kau serah di genggaman
Tak kuhirau karna Dia
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diriku
Tanpa satu pengertian
Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa arus pawarna
Cinta pada kuterpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menanti ku di Azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kau harus rasakan ke alam tanpa mati
Dan kita seabadi
Dan akhirnya engkau kucup oh tangan ku
Marilah ku bisikkan keramat kasih ini
Biar menjadi nadi
Rahsiakan kalimah ku
Hingga ia menjadi tanda
Hidup mati bersama
Hidup mati bersama
Kepada mu semakin kurela
Kau lah satu di dunia
Tapi kau tak mengerti
Getaran rasa hati ini
Masih ada kucari
Kau anggap aku berseloka
Dan asyik dalam misteri
Mencari Nur dan kasih Nya pasti
Akhirnya engkau curiga
Katamu aku berdusta
Memperduakan cinta
Mentari di tangan bulan
Kau serah di genggaman
Tak kuhirau karna Dia
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diriku
Tanpa satu pengertian
Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa arus pawarna
Cinta pada kuterpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menanti ku di Azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kau harus rasakan ke alam tanpa mati
Dan kita seabadi
Dan akhirnya engkau kucup oh tangan ku
Mentari di tangan bulan
Kau serah di genggaman
Tak kuhirau karna Dia
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diriku
Tanpa satu pengertian
Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa arus pawarna
Cinta pada kuterpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menanti ku di Azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kau harus rasakan ke alam tanpa mati
Dan kita seabadi
Dan akhirnya engkau kucup oh tangan ku
Marilah ku bisikkan keramat kasih ini
Biar menjadi nadi
Rahsiakan kalimah ku
Hingga ia menjadi tanda
Hidup mati bersama
Hidup mati bersama
Slam Search: Slam
- Rindu Bayangan Slam
- Kasih Slam
- Satu Jalan Satu Pegangan Slam
- Gerimis Mengundang Slam
- Izin Ku Berundur Slam
- Nur Kasih Slam
- Janji Dipateri Slam
- Bagai Bidadari Slam
- Kembali Merindu Slam
- Entah Mengapa Slam
- Jika Kau Rasa Getarnya Slam
- Terpukau Seribu Rindu Slam
- Falsafah Cinta Slam
- Dalam Harapan Slam
- Rindiani Slam
- Kau Dan Aku Slam
- Malam Dan Semalam Slam
- Satu Jalan Satu Pegangan (Live) Slam
- Jalan Keindahan Slam
- Kembali Merindu (Live) Slam
- Nur Kasih (Live) Slam
- Maria Mariana Slam
- Tiada Aku Jemu Slam
- Kembali Terjalin Slam
- Buat Seorang Kekasih (Live) Slam
- Rindu Bayangan (Live) Slam
- Masih Ada Cahaya Slam
- Malam Ku Kesiangan (Live) Slam
- Sabar Menanti Slam
- Terasing Dalam Sepi Slam
- Bukan Niat Membalas Derita Slam
- Warisan Kita Slam
- Sinar Menunggu (Live) Slam
- Buat Seorang Kekasih Slam
- Biarkannya (Live) Slam
- Ranting Impian (Live) Slam
- Kurnia Slam
- Gerimis Mengundang (Live) Slam
- Satukan Hati Kita Slam
- Sinar Menunggu Slam
- Manisnya Rindu Slam
- Biarkannya Slam
- Kita Terpaksa Bermusuhan Slam
- Malamku Kesiangan Slam
- Jika Kau Rasa Getarnya (Live) Slam
- Cindai Asmara Slam
- Kembali Terjalin (Live) Slam
- Manisnya Rindu (Live) Slam
- Masih Ada Cahaya (Live) Slam
- Mentari Muncul Lagi Slam
- Suratan Slam
- Tak Mungkin Berpaling Slam
- Damai Slam
- Di Ranting Impian Slam
- Sendiri Slam
- Tak Mungkin Berpaling (Live) Slam
- Kini Hanya Sepi (Live) Slam
- Kita Terpaksa Bermusuhan (Live) Slam
- Mentari Muncul Lagi Slam